Pada zaman Sriwijaya, Desa Namang merupakan tempat persinggahan orang dari Permis Kecamatan, Sungaiselan, dan Toboali yang hendak ke Pangkal Pinang dan ke Koba (yang sekarang disebut Simpang 3 Namang). Di Simpang 3 Namang dulunya terdapat sebatang pohon kayu yang besar bernama kayu namang (ramin), di bawah kayu tersebut tinggal seorang pemuda yang baik. Setiap orang yang singgah di bawah pohon tersebut untuk beristirahat selalu menghidangkan air dan makanan sambil mengatakan NA MANG. "NA" adalah kata yang digunakan masyarakat bangka untuk memberi dan "MANG" adalah panggilan untuk orang yang lebih tua.
Pada hari ini Senin 26 Mei 2025 kami melakukan pembinaan ke 3 dari BPS Kabupaten Bangka Tengah tentang Update Website.
.... Baca Selengkapnya
Desa Namang pada hari ini Rabu, 30 April 2025 Melaksanakan Pencanangan dan Sosialisasi Desa Cantik yaitu Desa Cinta Statistik Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2025. Desa namang ditetapkan sebagai Desa Cinta Statistik Berdasarkan Surat Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung Nomor B-154/19000/VS.500/2025. Acara dan....
Baca Selengkapnya
desanamangpelawan.co.id- Desa Namang kembali menorehkan prestasi gemilang dengan menerima Penghargaan Kampung Iklim (Proklim) 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik....
Baca Selengkapnya